Walimahan saudariku
Hari ahadnya (6 April 200
ane menghadiri acara walimahan saudariku (saudari jauuuh). Acara yang dilaksanakan cukup meriah ini melibatkan beberapa komponen, salah satunya karang taruna, tim rebana dan masyarakat umum. Segala persiapan walimahan telah dilakukan jauh-jauh hari.
Walaupun tempat tinggalku sekarang jauh, aku tetap berusaha datang pada acara tersebut. Untuk menyambut tamu telah disiapkan sekitar 200 kursi tamu, banyak sekali kan??. Pagi-pagi tamu mulai berdatangan, kami lalu-lalang mengambil snack dan minuman.
Mulai pukul 12.30an beberapa anggota karang taruna mulai berdatangan, berpakaian putih dan rapi. Akhirnya ada gantinya juga, hehe. sampai pukul 02.00 tamu yang ditunggu blom datang juga, kasihan anak-anak karang taruna nunggu tamu di tempat yang panas. hehe.
pukul 2.30 akhirnya mereka datang juga, diluar dugaan tamu yang datang dari pihak keluarga besan (keluarga menantu) jumlahnya sekitar 400an orang dengan berbagai alat transportasi yang digunakan. Duh banyak sekali. Akhirnya banyak sekali tamu yang duduk pake tikar.Kasihan juga.
Dalam prosesi pernikahan masyarakat jawa menengah kebawah (Ngaku neeh), dilakukan dengan mengundang tamu begitu banyak. Jelas hal ini mengeluarkan banyak biaya, di sisi lain mereka menginginkan kebutuhan tersebut bisa ditutupi dengan banyaknya sumbangan yang ada
Mengapa hal ini terjadi??





norie berkata,
10 April 2008 pada 9:52 am
Kadang orang walimahan seperti berbisnis saja. Mengharap angpau dari para hadirin, untuk menutup biaya perkawinan. Syukur-syukur lebih.
Makanya kadang di kartu undangan tertera : “alangkah indahnya bila doa restu anda sekalian tidak hanya sekedar kado atau karangan bunga.”
lucu ya.
-btw, salam kenal.
ini kunjungan balik saya.
uwiuw berkata,
10 April 2008 pada 12:14 pm
heheeh pernikahan pun harus tunduk pada hukum ekonomi…semakin banyak pengunjung semakin besar (kemungkinan) sumbangan…tapi bagaimana budaya ini bisa terjadi…mungkin karena anggapan pernikahannya sendiri telah diubah dari sepenuhnya mempersatukan 2 insan menjadi 2 keluarga dgn 2 bisnis plus perhitungan ekonomi lainnya…heheh sadis jg pendapat sy ya ?
#norie, bahkan ditambahin….t idak pemeo berikut: tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun selain doa. hehehe ngak mungkin yah ?..
hanggadamai berkata,
10 April 2008 pada 7:33 pm
tanya ken apa????
lainsiji berkata,
11 April 2008 pada 9:55 am
mungkin karena mereka mengagap jumlah yang diundang adaknlinier dengan penghasilan, apalagi jika mengunakan “harga” setoran tiap tamu
*padahal tamu yang datang banyakan ga sendiri
*
langitjiwa berkata,
11 April 2008 pada 1:37 pm
” mungkin juga untuk balik modalsekalian untuk tabungan dibank biar banyak…hehehe( kyknya nich komen kgk nyambung nich,,,)
kaudanaku berkata,
15 April 2008 pada 10:05 am
walimahan besar2an???? asal bukan untuk naikin gengsi aja ya? lebih bagusnya buat nyatuin/silaturahmi 2 keluarga besar tuh.
*jangan2 ga nyambung juga komentku, hiks…hiks….*
ahlis berkata,
10 Mei 2008 pada 5:18 am
yah aku ga ikutan ni….Tapi ngomong2 njenengan kapan Ya…h?
Untuk sumbangan ya ga papa yang penting ikhlasnya….
eskasaid berkata,
28 Mei 2008 pada 8:31 am
coba aja seeh